Makalah Hujan asam

19.07 |



Disusun oleh   : Lailatul Badriyah
NIM                : 121810301036
                    HUJAN ASAM
            Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh seorang ahli kimia Inggris, Robert Angus Smith, kira-kira 120 tahun yang lalu dalam bukunya yang membahas polusi dari pembakaran batubara di kota-kota di Inggris. Ia mengatakan bahwa bahan pencemar di udara yang bercampur dengan air hujan bersenyawa menjadi asam dan menyebabkan kerusakan bangunan dan monumen bersejarah dan hal terbut dikenal sebagai hujan asam. Hujan asam merupakan segala macam hujan yang bersifat asam dari air hujan normalnya. Hujan yang normal, seharusnya adalah hujan yang tidak membawa zat pencemar dan memiliki pH 5,6 sedangkan hujan asam memiliki pH di bawah 5,6. Keasaman ini dihasilkan ketika karbondioksida dan materi asam alami lainnya terurai dalam uap air yang bercampur di udara. Hujan asam ini juga dapat disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan,  yang terbukti berbahaya bagi kehidupan manusia dan alam semesta.
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara. Polutan udara tersebut yaitu Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat. NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N merupakan hasil sampingan aktifitas jasad renik itu. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami proses kimia-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N, makin tinggi pula produksi oksida tersebut. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya.
            Adapun beberapa dampak yang ditimbulkan oleh hujan asam antara lain Kelebihan zat asam pada danau akan mengakibatkan sedikitnya species yang bertahan. Hujan asam yang larut bersama nutrisi didalam tanah akan menyapu kandungan tersebut sebelum pohon-pohon dapat menggunakannya untuk tumbuh, korosi dan menyebabkan terganggunya kesehatan manusia. Terganggunya kesehatan manusia dapat dilihat dari faktor kepekaan seseorang terhadap pencemaran yang terjadi misalnya balita, orang berusia lanjut, orang dengan status gizi buruk relatif lebih rentan terhadap pencemaran udara dibandingkan dengan orang yang sehat.
Usaha untuk mengendalikan atau mengurangi hujan asam adalah dengan cara penghematan energi yang menggunakan hasil olahan batu bara dan minyak bumi, pengontrolan pembakaran batu bara dan minyak bumi bila telah tanah telah menjadi asam, tambahkan kapur untuk menetralkan kembali pH tanah tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar